Pages

Saturday, July 28, 2012

Tips Mengatasi Rasa Ngantuk Saat Puasa

Tips Mengatasi Rasa Ngantuk Saat Puasa

Tips Mengatasi Rasa Ngantuk Saat Puasa - Cara Agar Tidak Ngantuk Saat Puasa. Bulan puasa memang identik dengan bermalas-malasan, kalau lagi puasa biasanya kita ingin banyak instirahat dan malas untuk bekerja, karena kondisi badan yang lesu dan kurangnya stamina dikarenakan kita tidak mengkonsumsi apa-apa selama seharian, pastinya jika kita lagi bekerja rasa kantuk tidak bisa dihindarkan.

Perubahan pola makan saat puasa memengaruhi metabolisme tubuh. Dan, serangan kantuk yang muncul saat puasa itu umumnya terjadi akibat penurunan kadar glukosa darah di otak sehingga memengaruhi suplai oksigen.

Mengapa rasa kantuk selalu muncul di siang hari? Ini karena di siang hari, tubuh cenderung mulai kehilangan energi cadangan untuk memaksimalkan kerja otak dan sistem tubuh lainnya. Karenanya tak hanya kantuk, tapi juga mudah merasa lemas.

Berikut ini ada beberapa Tips Mengatasi Rasa Ngantuk Saat Puasa, mungkin saja berguna untuk anda,
        Penuhi kebutuhan zat besi saat sahur. Sumber zat besi bisa diperoleh dari sayuran berdaun hijau seperti bayam, sawi, kangkung, katuk.

        Menjaga keseimbangan asupan gizi, terutama saat sahur. Pastikan mengonsumsi buah dan sayur yang kaya vitamin C untuk memacu efektivitas penyerapan zat besi oleh tubuh. Kiwi, jambu biji, pepaya, jeruk, mangga, nanas, bisa menjadi pilihan.

        Ketersediaan air dalam tubuh juga perlu dipertimbangkan. Minum sedikitnya delapan gelas air putih selama jeda buka puasa hingga sahur. Konsumsi air putih yang cukup membantu mencegah tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi, sehingga tubuh tetap segar.

        Saat sahur, konsumsi karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum, ubi, jagung, atau singkong. Karbohidrat kompleks lebih lambat dipecah menjadi gula darah sehingga sangat membantu metabolisme energi tubuh. Yang artinya, lebih lama menyimpan energi.
sumber : rama88 blogspot
READ MORE - Tips Mengatasi Rasa Ngantuk Saat Puasa

Thursday, July 19, 2012

JADWAL BUKA PUASA DAN IMSAKIYAH 1933H TAHUN 2012


ALHAMDULILAH PUJI SYUKUR BAGI ALLAH SWT, YANG MENGANUGRAHKAN RAHMAD DAN HIDAYAHNYA BAGI KITA SEMUA
BERIKUT DAFTAR BERBUKA DAN IMSAKIYAH BULAN SUCI RAMADHAN 1933H 2012 SELURUH KOTA DI INDONESIA

Cara Download Jadwal Imsakiyah RHI :
Menggunakan MS Word :
- Aktifkan jadwal sesuai lokasi anda.
- Blok seluruh isi halaman dan copy keseluruhannya → Ctrl-A → Ctrl-C
- Buka halaman baru di MS-Word lalu paste di halaman tersebut → Ctrl-V
- Lakukan pengeditan → lakukan pencetakan.

Untuk menampilkan Jadwal Imsakiyah di website anda silahkan copy script berikut ke website atau blog anda. Jangan lupa paste dulu di NOTEPAD baru setelah itu dari NOTEPAD dicopy ke website anda.

Dalam bentuk link ntuk  dipasang di web atau blog anda:



Dalam bentuk posting  untuk  dipasang di web atau blog anda:
Catatan: id=122 adl. Wilayah Jakarta Pusat, untuk wilayah lain silahkan id diganti (kode terlihat address bar)

Untuk mendapatkan dalam bentuk gambar silahkan copy layar (prinscreen)  telan Ctrl-PrtSc   atau PrtSc kemudian paste di software pengolah gambar (AcdSee, Coreldraw dll) lalu lakukan pengeditan, croping dsb.

Semoga bermanfaat.
UNTUK MELIHAT JADWAL BERBUKA DI SELURUH KAWASAN INDONESIA BISA MEMBUKA KLIK GAMBAR DI BAWAH INI. ANDA TINGGAL MEMILIH KOTA ANDA

 







Artikel INDAHNYA RAMADHAN BISA DIBACA DISINI
READ MORE - JADWAL BUKA PUASA DAN IMSAKIYAH 1933H TAHUN 2012

AWAL PUASA 1933H 2012

MAHA BESAR ALLAH MAHA KUASA ALLAH ATAS KUASA YANG BERKUASA .
Saudaraku seiman seluruh dunia SALAM BERKAH KAMI SAMPAIKAN MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN 1933H. Berikut data HILAL DI INDONESIA.
Kami ambil dari www.rukyatulhilal.org/visibilitas/indonesia/1433/ramadhan/

Kamis 19 Juli 2012 sore merupakan saat pelaksanaan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Ramadhan 1433 Hijriyah. Hal ini berdasarkan pada Taqwim Standard Indonesian hasil rukyat pada bulan sebelumnya yang menyimpulkan sama. Hari itu dari Pos Observasi Bulan Bukit Bela-belu Parangkusumo, Matahari terbenam pada pukul 17:36 WIB pada azimuth 290°48' atau 20,8° di Utara titik Barat. Tinggi Hilal saat Matahari terbenam 1°40' atau 1,7° di atas ufuk mar'i di kiri-atas Matahari. Bulan terbenam pada 17:45 WIB pada azimuth 286°6'. Pada kondisi seperti ini secara astronomis Hilal mustahil dirukyat baik menggunakan mata telanjang maupun teleskop. Namun demikian kegiatan rukyat tetap dilaksanakan sesuai perintah rukyat yang harus dilakukan pada setiap tanggal 29 bulan berjalan serta pembuktian di lapangan ketidak nampakan hilal.

RHI Yogyakarta akan melakukan rukyatul hilal secara resmi bersama Tim BHR DIY di POB Bela-belu Parangkusumo Yogyakarta pada Kamis, 19 Juli 2012 di POB Bela-belu Parangkusumo, Bantul Yogyakarta. pada hari berikutnya Jumat, 20 Juni 2012 di tempat yang sama juga akan dilakukan rukyatul hilal untuk membangun data visibilitas hilal.  Seperti halnya tahun lalu, tahun ini juga RHI Yogyakarta menjadi salah satu Tim rukyat nasional dari 16 lokasi Rukyat Nasional di Indonesia kerjamasama antara BHR Kemenag DIY, Telkom DIY, Kominfo dan Bosscha. Tahun ini menyusul RHI Solo dan RHI Kudus juga menyusul menjadi salah satu anggota Tim. Hasil Streaming online Hilal 2012 ini dapat dilihat di website berikut : 

http://hilal.depkominfo.go.id .:.  http://bosscha.itb.ac.id/hilal .:. http://rukyatulhilal.org/live .:

Lokasi Rukyat :  http://maps.google.com/maps?ll=-8.0216556,110.32307&z=17&t=h&hl=en

Ijtimak / Konjungsi / New Moon

Kamis, 19 Juli 2012 @ 11:26 WIB - 12:26 WITA - 13:26  WIT atau 04:26 UT

Visibilitas (kenampakan) Hilal pada hari terjadinya Ijtimak selepas Matahari terbenam di seluruh dunia khususnya kawasan Indonesia ditunjukkan pada gambar peta di bawah ini.  Peta visibilitas mengacu pada Kriteria Odeh yang mengadopsi Limit Danjon sebesar 6° yaitu syarat sudut elongasi Hilal terhadap Matahari agar dapat terlihat. Kriteria tersebut dikemas dalam sebuah software Accurate Times yang menjadi acuan pembuatan peta visibilitas ini.


 KETERANGAN :

    Sangat tidak mungkin daerah yang berada di bawah arsiran MERAH (E) dapat menyaksikan Hilal, sebab pada saat itu Bulan  terbenam lebih dulu sebelum Matahari terbenam atau ijtimak lokal (topocentric conjunction) terjadi setelah Matahari terbenam.

    Daerah yang berada pada area BIRU TUA (D) (tak berarsiran) juga  tidak memiliki peluang menyaksikan hilal sekalipun menggunakan alat bantu optik (binokuler/teropong), sebab kedudukan Hilal masih sangat rendah ( <6° ) dan terang cakram Bulan masih terlalu kecil sehingga cahaya Hilal tidak mungkin teramati.

    Hilal baru mungkin dapat teramati menggunakan alat bantu optik pada area di bawah arsiran BIRU MUDA (C). Pada area ini pun masih sangat sulit karena dibutuhkan kondisi langit yang sangat cerah terutama di langit Barat.

    Wilayah yang berada dalam arsiran UNGU (B) hanya dapat menyaksikan hilal menggunakan alat bantu optik sedangkan untuk melihat langsung dengan mata diperlukan kondisi cuaca yang sangat cerah dan ketelitian pengamatan.

    Hilal dengan mudah dapat disaksikan pada area di bawah arsiran HIJAU (A) baik menggunakan mata telanjang apalagi menggunakan peralatan optik dengan syarat kondisi udara dan cuaca cukup baik.

  Peta ini dibuat dan hanya berlaku untuk daerah 60° Lintang Utara sampai 60° Lintang Selatan.


Peta Ketinggian Hilal di Wilayah Indonesia

Semua kriteria menyimpulkan bahwa tanggal rukyatul hilal dilaksanakan pada :

Kamis, 19 Juli 2012 @ Sunset




KETETAPAN PUASA BULAN SUCI RAMADHAN 1933H 2012 DI INDONESIA MELALUI SIDANG ISBAD


TANGGAL PUASA DI INDONESIA TAHUN 2012



BACA JUGA ARTIKEL KEUTAMAAN RAMADHAN
READ MORE - AWAL PUASA 1933H 2012

Friday, July 13, 2012

Menanamlah Meskipun Tanamanmu Dirusak..tapi Itu Sedekah



Tentunya ketika kita menanam sesuatu tanaman, maka kita mengharapkan tanaman tersebut bisa kita panen..

Tapi bagaimana bila tanaman yang kita tebar dan semai benihnya, rawat dan siram pohonnya,

Ternyata dirusak oleh pihak-pihak yang tidak kita kehendaki seperti daunnya di makan ulat atau dimakan ayam, buahnya digerogotin lalat buah,ulat buah, belatung ataupun kelelawar. Juga Bijinya dimakan burung . Bahkan tanaman yang sebentar lagi dipanen ternyata di curi orang…

Jangan lah anda murka dan bersedih hati, bersabarlah dan bergemberilah karena usaha anda tidaklah sia-sia..

Karena telah berkata Orang yang benar sekaligus dibenarkan perkataannya, dia shallallahu alaihi wa sallam berkata:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا, أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيْمَة ٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ

“Tidaklah seorang muslim menanam pohon, tidak pula menanam tanaman kemudian hasil tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia atau binatang melainkan (tanaman tersebut) menjadi sedekah baginya.” (HR. Imam Bukhari hadits no.2321)

(oleh :sugeng priyadi )
READ MORE - Menanamlah Meskipun Tanamanmu Dirusak..tapi Itu Sedekah

Nyawa Dibayar Nyawa, Lewat Sedekah

Nyawa Dibayar Nyawa, Lewat Sedekah

Sepasang suami istri sesenggukan di hadapan saya, tepat dibibir loket kasir Rumah Sakit Bhakti Yudha. Saya yang tengah menanti penghitungan obat untuk kedua anak kembar yang kala itu berusia dua tahun, hanya terpana melihat bagaimana dua sosok itu lunglai dibawah tatapan nanar dari petugas kasir.

“ Saya cuma kasir bapak , ibu… jadi nggak bisa kasih kebijakan apa-apa!” si kasir pria tampak empatii namun tak bisa berbuat banyak. Dua orang lelaki dan perempuan itu menuju deretan kursi panjang untuk sedikit menopang tubuh mereka yang bagai tak bertenaga.

Ketika saya bertanya pada kasir, ia menceritakan bahwa anak dari ibu dan bapak muda itu sedang dirawat karena diare dan boleh keluar hari itu. Mereka hanya punya uang seratus ribu rupiah sedang biaya untuk perawatan sisanya adalah tiga ratus dua puluh ribu rupiah. Karena telah berusaha mengurus surat miskin di hari minggu itu namun tidak membuahkan hasil karena kantor kelurahan tutup maka mereka terpaksa harus meminta kebijakan untuk bisa membawa sang anak segera keluar agar biaya perawatan tidak bertambah sehari.

“ Jumlah tagihan tiga ratus dua puluh ribu rupiah itu sudah di kurangi oleh pimpinan rumah sakit pak, tapi mereka tetap nggak bisa bayar, jadi terpaksa tunggu besok!” ujar si kasir.

“Jadi kalau tunggu besok, biaya kamar tambah lagi dong mas?” Tanya saya.

“ Ya sudah pasti, itu yang bikin mereka bingung.” Jawab kasir.

Saya melongok saku kemeja dan menggenggam uang tiga ratus ribu rupiah yang sedianya untuk membeli obat. Kala itu matahari kehidupan kami sekeluarga sedang surut, karena saya nekat jadi pengusaha dan menemui kegagalan dalam mengelolanya hingga jaminan kesehatan dan kenikmatan ketika jadi pegawai saya lepaskan demi meraih cita-cita jadi pengusaha. Tiga ratus ribu rupiah itu uang terakhir kami, untuk membeli obat, sementara kebutuhan untuk menggaji pegawai dua hari kedepan belum tahu dapat dari mana.

Saya hampiri kursi panjang depan loket dan mencoba menyapa keduanya. Saya menawarkan untuk memberi uang sejumlah dua ratus ribu dari tiga ratus ribu rupiah yang saya punya.

“Jangan pak..itu pasti untuk buat beli obat, nanti bapak nggak bisa bayar obat!” sang suami menggeleng menolak. Saya meyakinkan mereka bahwa saya hanya perlu menebus satu resep saja karena anak saya seusia dan bisa berbagi obat untuk sementara.

Dengan tambahan uang itu mereka menuju kasir dan membayar jumlah tagihan yang harus mereka setorkan sore itu. Uang masih kurang dua puluh ribu rupiah namun kasir memberi kebijakan yang datang dari dirinya sendiri.

“Kalau cuma dua puluh ribu rupiah, saya bisa bantu kasih keringanan dengan uang saya sendiri !” ujar kasir yang baik budi itu. Transaksi selesai dan suami istri itu mendapatkan surat lunas untuk membawa pulang si buah hati dari kamar perawatan segera.

Sang suami mencium tangan saya yang segera saya tepis. Berkali kali ucapan Terima kasih meluncur dari mulutnya.

“ Bapak kerja dimana?” Tanya saya.

“ Kerja sama tukang jahit pak, di jagakarsa!” jawabnya.

“ Kasihan yang punya kios jahit pak, jahitannya mulai nggak laku. Saya juga beberapa hari ini bingung nggak dapat pemasukan, anak sakit diare ..untung ada bapak, terima kasih pak semoga Allah membalasnya!” Rupanya ia seorang penjahit yang bekerja pada tukang jahit. Bisa dibayangkan bagaimana beratnya tukang jahit jaman sekarang ditengah banjirnya produk tekstil jadi dari mana mana. Jangankan ia yang cuma pekerja di kios jahit, sedang majikannyapun juga terhempas dalam kondisi yang sama. Saya hanya sedikit mengingat wajahnya hingga ia dan istrinya pamit meninggalkan saya untuk mengambil anak mereka.

Sampai dirumah saya menceritakan pada istri tercinta bahwa obat hanya bisa dibeli separuh saja, karena ada orang lain yang lebih membutuhkannnya. Meski itu adalah uang terakhir yang dipegang namun dengan kebesaran hati ia mau menerimanya. Penderitaan mereka masih lebih buruk tak sebandng dengan kondisi bisnis kami yang masih bisa menghasilkan sedikit rejeki.

–

Lima tahun setelahnya, ketika saya membelokan kendaraan di jalan yang sepi pukul setengah Sembilan malam. Tiba-tiba tiba sebuah palu godam seperti menghantam tengkuk saya. mobil yang tengah saya kendarai membanting ke kiri masuk keselokan kecil dan saya tak sadarkan diri. Kelelahan yang amat sangat seharian membuat saya tak sadarkan diri ketika menyetir dan membawa saya dalam ketidak sadaran di pinggir jalan selama dua jam lebih tanpa ada yang menolong karena mereka mengira saya sedang parkir. Lamat-lamat ketika sedikit sadar saya paksa melajukan mobil menuju satu titik terang dan kembali tak sadar diri di depan sebuah wartel.

Bau alcohol menyengat ketika seseorang berbaju putih mengoles sesuatu kehidung saya dengan selang infus yang siap ditancapkan ke lengan. Saya tergolek dan berusaha bangkit dari ruang UGD rumah sakit cilandak, entah siapa yang membawa saya kesana. Seorang ibu setengah baya mengusap-usap kening saya dan membacakan beberapa doa dan di sampingnya berdiri dua lelaki yang tampak khawatir.

“ Alhamduilillah bapak sudah sadar, tadi pingsan di depan wartel , saya ibu hajjah Homsah yang punya wartel, tadi kita bertiga bawa kesini naik taksi. Sebetulnya bisa bawa pakai mobil bapak, tapi nggak ada yang bisa bawa mobil matik!” Ibu hajjah homsah adalah penolong saya malam itu bersama dua lelaki disampingnya.

Dokter datang dan mereka menyingkir sementara, saya diberi beberapa obat untuk mengembalikan kondisi. Usai itu ketiga orang ini menghampiri saya kembali dan memastikan kondisi diri saya lalu memberikan kembali dompet saya berisi uang dua juta rupiah, hand phone beserta kunci mobil yang mereka amankan ketika saya tak sadarkan diri di kampung mereka.

“ Ini dompetnya, tadi dipakai untuk bayar taksi seratus ribu dan bayar administrasi rumah sakit seratus ribu , jadi habisnya dua ratus ribu. Mobil masih aman di depan wartel ibu, jadi nggak usah khawatir. Yang penting istri di rumah sudah dihubungi dan akan menuju kesini!” ujar bu Hajjah Homsah.

“ Masya Allah, sebegitu baik ibu hajjah juga bapak-bapak bawa saya kesini, untung masih ada orang baik di Jakarta ini, kalau nggak , habislah semua uang dan mobil saya, dan mungkin nyawa saya juga nggak akan tertolong” saya mengucapkan beribu terima kasih pada mereka.

“ Ini Bang Udin dan Edi yang nolong bu haji bawa bapak kesini!” kata bu haji, saya menggengam erat tangan Bang udin.

“ Bang Udin ini montir yamaha di bengkel depan wartel bu haji!” seru bu hajjah Homsah menambahkan.

Lalu saya menjulurkan tangan pada Pak Edi untuk mengucapkan terima kasih dalam kondisi yang lemah.

“ Terima kasih pak, sudah menyelamatkan saya, juga sudah bikin repot bapak sama bang Udin!” tukas saya.

“Pak Edi ini Tukang Jahit disamping wartel, tadi dia masih njahit baju dan dia yang duluan nolong dan teriak ke bu haji sama bang udin!” ujar bu hajjah.

“ Ah..kebetulan aja. Saya kalau lihat orang sakit jadi ingat saya juga pernah di tolong orang dulu, di rumah sakit bhakti yudha, tapi saya nggak pernah ingat orang itu karena sibuk ngurusin anak saya yang di tahan rumah sakit!” Pak edi tersenyum.

Entah mengapa. Saya menitikkan air mata. Lamat-lamat saya mengingat sedikit wajah Pak Edi ketika dulu wajah kurusnya yang kini berubah gemuk menangis di bibir loket kasir. Saya menarik tangannya dan memeluknya erat mendekat ke tempat tidur saya.

“ Allah mengirim bapak untuk saya, terima kasih!” seru saya lirih. Ia tak mengerti apa arti seruan saya.

Pagi itu pukul tiga dini hari , Pak Edi menjadi sebuah Episode ‘Rahasia Ilahi’ yang menghampiri hidup saya.

Lima tahun lalu uang dua ratus ribu menyelamatkan urusannya di Rumah sakit Bhakti Yudha dan kini ia membalasnya dengan membawa saya ke rumah sakit cilandak untuk menyelamatkan nyawa .

Ibu Hajjah homsah, Bang Udin dan Pak Edi kini rutin saya kunjungi di jagakarsa, karena disana persaudaraan tercipta dari sebuah sedekah yang balasannya hanya ada pada hak Tuhan untuk menentukan kapan mengembalikannya.

Hingga kami saling kunjung sampai kini, tak pernah saya ungkapkan bahwa sayalah orang di Rumah Sakit Bhakti Yudha dulu. Ini untuk melenyapkan sikap “Ria” dan membiarkan persaudaraan berjalan tanpa masing masing membanggakan amal yang sudah diperbuatnya.

Cerita ini bukan bermaksud menyombongkan sedekah saya, namun bisa menjadi pelajaran bahwa sebuah sedekah dalam sebuah kesempitan akan berubah menjadi sebuah balasan kebaikan yang dahsyat pada suatu saat episode hidup kita.

Masya Allah!
(Oleh : Twins Father )
READ MORE - Nyawa Dibayar Nyawa, Lewat Sedekah