Pages

Sunday, January 22, 2012

Pilih Yang MAHA MENCINTAI

PILIH YG MAHA MENCINTAI KITA - Mengapa kita melabuhkan cinta begitu besarnya pada manusia? Padahal kita tahu tak ada yang abadi di dunia ini. Terkadang kita lupa, matahari yang hidup dan mengisi hidup itu adalah hamba dari Penguasa kehidupan, kehidupan kita, kehidupan matahari. Satu waktu matahari harus pergi, walau ia tak pernah meminta, walau pinta tak pernah kita ucapkan. Jadi, ia akan pergi, apapun yang terjadi. Karena ini adalah kehendak-Nya.

Segala yang ada di dunia ini tidak pernah abadi, karenanya ia bisa pergi. Selamanya, bukan sementara. Inilah dunia. Senang atau tidak, kita hanya bisa terima. Namanya cinta itu kelak akan hilang. Mungkin tak cuma pupus, tapi tak berbekas, tak berjejak. Hanya cinta yang begitukah yang kita inginkan? Mengapa kita melabuhkan cinta begitu besarnya pada manusia? Padahal kita tahu tak ada yang abadi di dunia ini.

Sobat jamaah yg dirahmati Allah, Bagi yg ingin gabung jd agen buku Yusuf Mansur periode yg baru, kite dagang bareng, bs daftarin di www.bukuyusufmansur.com. Bagi yg mau lgsg lewat FB ini bisa dipersilahkan taro data, Insya Allah bakalan di follow up (Nama) (Kota aja) (No-Hp/Tlp) di e-mail : agenbuku_wh@yahoo. com. Proses konfirmasinya dilakukan bertahap. Makasih
READ MORE - Pilih Yang MAHA MENCINTAI

MENJADI KELUARGA ALLAH SWT

MENJADI KELUARGA ALLAH SWT - Kini Alquran tidak lagi menjadi panduan dalam memandang hidup dan kehidupan ini. Akibatnya, sangat jarang atau mungkin sangat langka pada zaman ini kita menemukan seorang Muslim yang ucapan dan perbuatannya benar-benar sesuai dengan kandungan Alquran. Sebaliknya, cukup banyak umat Islam yang mulai asing dengan kitab sucinya. Padahal, Alquran adalah mukjizat akhir zaman yang dijamin kebenaran dan keautentikannya oleh Allah SWT. Hal ini Allah SWT tegaskan dalam firman-Nya, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran, dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya.” (QS 15: 9).

Sesibuk apa pun, setiap Muslim wajib membaca dan menadaburi Alquran.
Alquran adalah firman Allah SWT. Membacanya akan mendatangkan pahala besar, menadaburinya akan meneguhkan keyakinan, dan mengamalkannya akan mengundang keridaan Allah SWT. Bahkan, Allah SWT akan menjadikan mereka sebagai anggota keluarga-Nya. “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia. Beliau ditanya, ‘Siapa mereka wahai Rasulullah?’ Rasul SAW menjawab, ‘Mereka adalah ahlul Qur’an, mereka adalah keluarga Allah, dan orang-orang khusus-Nya.’” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Banyak keutamaan lain bagi kaum Muslimin yang mau membaca dan menadaburi Alquran. Satu di antara keutamaan membaca Alquran adalah berupa pahala yang besar. Kita simak hadist yang artinya, “Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Alquran), maka dengannya ia akan mendapat satu kebaikan; satu kebaikan dilipatgandakan menadi sepuluh kali; aku tidak mengatakan alif lam mim adalah satu huruf, tapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud ra).

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah SAW menegaskan bahwa mempelajari Alquran itu sangat besar pahalanya. “Hendaklah seorang di antara kamu berangkat setiap hari ke masjid, lalu mempelajari dua ayat dari Kitabullah (Alquran). Itu lebih baik baginya daripada dua ekor unta. Jika bisa tiga (ayat), ya tiga (ayat), hadiah untanya sebanyak jumlah ayat-ayat (yang dipelajari) itu.” (HR Muslim).
READ MORE - MENJADI KELUARGA ALLAH SWT

NIKMAT HARI JUM'AT

JUM'AT RAHMAT - Nikmat itu kadang-kadang gak disadarin saat ada, tetapi kalo nikmat itu beneran udah hilang dan gak kesisa, barulah manusia benar-benar berasa tuh, kenapa dulu lagi ada, gak sedekah, lagi sehat seger buger kenapa gak digunain rajin ibadah, dan nikmat yg paling besar adalah nikmat waktu alias umur, makanya ni jum'at gedein dah sedekahnya, ngaji, shalawatnya,sungkem maafan sm org tua, kerabat..sapa tau jum'at yg terakhir, biasanya yg remehin ni yg kena hehehe, smmangat ya bramal shaleh, sebarin dah di BM, SMS biar sama2 dpt Rahmat Allah SWT, jgn sndirian aje, minimal kluarga..smg smua dpt Rahmat, amin sama2 kt doain yg aktif. Yg gak aktif nyebar, dan brbuat, wah bisa2 ga kdapetan doanya.
READ MORE - NIKMAT HARI JUM'AT

EGOIS



KEEGOISAN - Seringkali orang yang egois tidak menyadari keegoisannya. Ia terlalu sibuk mengejar kenikmatan untuk dirinya sendiri, sehingga tak sempat mengevaluasi dirinya. Setelah nanti badannya semakin lemah, hartanya semakin berkurang, populeritasnya menurun atau jabatannya hilang, ia baru menyadarinya.
Orang-orang yang tadinya mengelilingnya karena mengharapkan harta, popularitas atau jabatanya satu persatu akan pergi menjauhinya. Biasanya hal ini terjadi ketika usianya telah lanjut, sehingga masa tuanya dihabiskan dalam kondisi terkucil. Hanya penyesalan yang akhirnya di dapat. Ia tak sempat lagi beramal untuk orang lain. Ia akan merugi di akhirat kelak karena waktunya habis untuk mementingkan diri sendiri, bukan yang seharusnya ia lakukan yaitu memberikan manfaat bagi orang lain.
READ MORE - EGOIS

ALLAH MAHA KAYA

ALLAH YANG MAHA KAYA - Tidak akan memperoleh keuntungan dengan rasa syukur seluruh hamba-Nya yang pernah hidup atau yang masih hidup, dan Allah SWT tidak akan rugi atau berkurang keagungan-Nya apabila hamba-Nya kufur. Allah berfirman, ''Dan siapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya lagi Mahamulia.'' (QS 27: 40). Allah maha agung lagi maha sempurna.

Suatu hari Rasulullah SAW pergi keluar rumah. Di tengah jalan, beliau bertemu Abu Bakar dan Umar bin Khattab. “Mengapa kalian keluar rumah,” tanya Nabi. Jawab mereka, “Tak ada yang membuat kami keluar rumah selain rasa lapar.” Rasulullah SAW sendiri pergi keluar rumah juga karena lapar. Lalu, beliau mengajak dua sahabatnya itu datang ke rumah seorang sahabat bernama Abu Ayyub al-Anshari. Sang tuan rumah, Abu Ayyub, bergembira ria oleh kedatangan tamu-tamu yang sangat dihormatinya itu. Abu Ayyub menyuguhkan roti, daging, kurma basah dan kering (tamar). Setelah mereka menyantap suguhan itu, Nabi SAW dengan mata berkaca-kaca (Menangis) berkata, “Kenikmatan ini akan ditanya oleh Allah kelak di hari Kiamat.” (HR Muslim, Thabrani, dan Baihaqi).

Kalau kenikmatan kecil-kecilan saja seperti makan dan minum wajib disyukuri, bagaimana dengan kenikmatan yang besar-besar seperti nikmat iman, kesehatan, dan kekayaan (yang berlimpah)? Air mata Nabi, dalam kisah ini, bisa dipahami sebagai ekspresi keprihatinan beliau atas kenyataan bahwa manusia pada umumnya kurang bersyukur.

Konglomerat seperti Qarun menjadi kufur, karena merasa semua kekayaannya yang sangat besar itu diperoleh karena kehebatannya sendiri, padahal dia bukan koruptor. Namun ketika ditanya tentang kekayaannya, Qarun berkata, "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku". (QS al-Qashash [28]: 78). Jadi hartanya digunakan semau-maunya sendiri, tanpa kenal Allah SWT.

Berlainan dengan Qarun, Nabi Sulaiman AS, dengan kuasa dan kekayaan yang jauh lebih besar, justru menyandarkan semua kuasa dan kekayaannya itu kepada Allah SWT semata. “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (kufur) akan nikmat-Nya.” (QS al-Naml [27]: 40) bahkan dikisahkan Nabi Sulaiman AS, pernah memberi makan seluruh ikan dilaut sebagai tanda syukur dan merasakan betapa kebesaran Allah dalam memberi rizki

Telah diriwayatkan bahwa Nabi Musa as pernah bertanya kepada Tuhannya: ”Ya Robb, bagaimana saya bersyukur kepada Engkau? Robbnya menjawab: ”Ingatlah Aku, dan janganlah kamu lupakan Aku. Jika kamu mengingat Aku sungguh kamu telah bersyukur kepadaKu. Namun, jika kamu melupakan Aku, kamu telah mengingkari nikmatKu”. Menurut pakar tafsir al-Ishfahani, syukur bermakna mengerti dan menyadari nikmat, lalu menampakkannya melalui zakat, infak, dan sedekah. Syukur juga berarti mempergunakan nikmat sesuai maksud dan tujuan diberikannya nikmat itu di jalan Allah SWT.

Ahli Tafsir, Ali Ash Shobuni menjelaskan bahwa yang dimaksud “Ingat kepada Alloh” itu adalah dengan Ibadah dan Ta’at, maka Alloh akan ingat kepada kita, artinya memberikan pahala dan ampunan. Selanjutnya kita wajib bersyukur atas nikmat Allah dan jangan mengingkarinya dengan berbuat dosa dan maksiat.

Ketika manusia ditimpa berbagai macam kesusahan mereka segara berdoa dan berjanji untuk bersyukur pada Allah jika bencana itu dihindarkanNya. Akan tetapi, ketika Allah menghindarkan mereka dari bencana itu, mereka lupa bersyukur bahkan kembali mempersekutukan Allah swt. Betapa banyak orang menangis, meratap, memelas dan merengek-rengek meminta kepada Alloh swt agar dihindarkan dari kesusahan hidup; masalah pribadi, soal pekerjaan, musibah, dsb. Akan tetapi, ketika Alloh menghindarkan mereka dari kesusahan mereka kembali lalai, bermaksiat, bahkan menerapkan aturan-aturan selain aturan Allah, lebih taat kepada seseorang dibanding taat kepada Allah, sengaja melupakan Allah, sengaja mengumbar maksiat. Bagaimana niatan yang ada pada hati yang demikian, siapakah yang jadi Tuhannya ?

source : Yusuf Mansyur Network
READ MORE - ALLAH MAHA KAYA